saat ini aku ketakutan, karena saat ini aku sedang bahagia. mengapa begitu? entahlah. keadaan ini selalu membuat ku takut. saat bahagia seperti ini, selalu saja ada hal buruk menanti didepan. aku tidak tau apa yang aku lakukan saat sehingga hal buru itu datang menghampiriku. aku belum siap. saat bahagia seperti ini, saat bahagia yang selalu aku tunggu dan akhirnya tiba, tetapi saat itu juga aku haru siap dengan hal buruk yang terjadi didepan. masalahnya....aku terlalu terlena dengan bahagia seperti ini. bahagia apa itu? ya,aku bahagia bisa mengenalmu lebih dekat. hal buruk yang akan terjadi didepannya yang aku tau adalah....aku juga haru siap bila kehilangan kamu:)
percakapan bodoh,menghabiskan waktu bersama, berbagi canda tawa, saling mengirim pesan singkat. aku senang,tentunya bahagia, tetapi aku juga takut. sangat takut. aku tidak terbiasa dengan kebahagiaan seperti ini denganmu. aku takut. takut hal buruk menimpaku karena kebahagiaan ini. aku tidak tau, tuhan mengirimkan hal buruk ini setelah aku menerima kebahagiaan karena dia sedang menguji ku atau.....dia tidak suka melihatku bahagia? tidak, tidak mungkin tuhan sejahat itu dengan makhluk ciptaannya.
yang aku tau kebahagiaan yang aku dapat darimu itu adalah kebahagiaan semu, tidak bisa bertahan lama. harapku sih sebenernya bahagia selamanya, seperti cerita-cerita dongeng yang pernah aku baca. tapi rasanya itu sangat mustahil untuk dijadika sebuah kenyataan. bagaimanapun juga itu hanya dongeng. logika harus berjalan, jangan terlalu sering berkhayal,apalagi berkhayal tetapi tidak bergerak untuk melakukannya. ya seperti itu lah aku. hanya berani berangan,tetapi terlalu takut untuk melakukannya. lagi-lagi, aku hanya takut. takut semua menjauh bila aku bertindak. aku tidak mau itu terjadi.
sepertinya itu tanda bahwa aku berharap lebih dari kita. ya kita, aku dan kamu. tapi....harapku ini sepertinya bertepuk sebelah tangan. kamu sepertinya hanya menganggap ku angin lalu. tidak sebagai pemberhentian mu. kenapa begitu? kenapa kamu membiarkan perasaan ini datang lalu dengan enaknya pergi ku? sudahlah, kamu tidak akan peduli dengan ku, bagaimanapun itu. yang aku tau sekarang ini, aku harus berusaha kuat tanpa mu yang membuat ku dulu terbiasa selalu dengan mu. aku termasuk orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu, susah untuk melepaskannya:)
sepertinya kalau sudah begini, aku ingin rasanya menyalahkan diri ini:') lebih baik aku hanya 'tau' kamu daripada harus 'mengenal'mu lebih jauh. lebih mengenalmu membuat ku lebih sakit. sakit dihati. aku tau, perasaan orang siapa tau....sepertinya aku cinta sendiri, bagaimanapun kamu tidak akan tau dan tidakan mau tau maksud hatiku.
benar kata orang-orang, sepertinya aku tersihir akan pesonamu:) ini sungguh konyol, aku menjadi bodoh. kau selalu muncul dipikiranku, kapan kau mau pergi dari sana? setiap aku melangkah, aku selalu berharap orang yang berlawanan arah yang juga sedang melangkah itu kamu, sehingga kita bisa berhenti sebentar, menatap satu sama lain untuk saling pandang. hmm...indah.sayang, lagi-lagi aku hanya bermimpi bisa bertemu kamu:')
hingga akhirnya aku memang harus menyadari, kamu datang ke hidupku bukan untuk aku miliki, aku belum sempat memiliki, tapi hati ini rasanya sudah memilikimu. walaupun belum sempat, tapi detik-detik yang aku lalui bersamamu tidak akan pernah aku lupakan. sampai kapanpun. hingga nanti aku menceritakan pada semesta bahwa aku sempat bahagia sebelum hal buruk itu datang.
Komentar
Posting Komentar