Langsung ke konten utama

Perihal Hati

Sebuah foto ku amati lebih dari lima menit. 
Sulit membayangkan apa yang telah kita lalui bersama sampai hari ini
Sesulit menyimpan perasaan hati yang entah harus sampai kapan aku tutupi kepada mu.
Aku lupa bagaimana dan kapan hati ini dapat jatuh kepadamu.
Selayaknya pencurian, hati ini dicuri diam-diam olehmu. Kamu yang membuat semesta ku berhenti sebentar. Menoleh ke kamu.
Sedetik kemudian,aku tidak dapat menyangkal. Kaulah orang yang hatiku mau itu.
Kau bukanlah yang terhebat, kau tidak terlalu membuatku kagum kepadamu. Sial, apa yang telah hati ini buat kepada ku mengenai dirimu?
Apapun akan kulakukan untukmu,termasuk menjadi yang terdekat,menjadi yang selalu kamu panggil untuk bertanya. Menjadi tempat kamu selalu bercerita,aku akan jd pendengar itu.
Terkadang, ingin sekali hati ini menyatakan keinginannya memilikimu. Mengatakan betapa luar biasanya dirimu dimataku.
Tapi siapalah aku ini. aku hampir lupa diri aku hanya temanmu,tidak bisa lebih. Bisa saja aku mengatakan aku suka kamu detik ini juga, tapi pernyataan itu akan membuatmu menjauh dari aku.
Ya, aku berani saja mengungkapkan hati, tapi aku payah dalam hal menanggapi jawaban yang akan keluar dari mulutmu. Aku takut kau menanggapi yang tidak sesuai dengan keinginan hatiku.
Mungkin, untuk saat ini aku hanya bisa terdiam,terdiam dalam perihal hati yang sudah menyukaimu.
Sampai waktu yang akan datang membeberkan semua yang hati ini ingin beritahu bahwa sebenarnya aku.....sayang kamu.

Tue, 27-01-15. –ZK- 

Komentar