Aku sedang sangat buntu dengan semua, izinkan aku untuk
bercinta malam ini. bercerita mengenai dia yang terhebat, dia yang sedang aku sesali kepergiannya.
Tidak, dia pergi bukan kemauannya. Mungkin dia pergi akibat salah diri ini.
tapi, dia berkata, tidak ada yang salah disini. Dia bilang,memang keadaan dan
waktu yang memaksannya untuk seperti ini. bukan kah, selalu soal waktu dan
keadaan penyebab semua dapat berubah? Kupikir, ini masalah diri kita
masing-masing. Jangan salahkan waktu dan keadaan, salahkan mengapa kita seperti
ini sekarang. Jangan salahkan waktu dan keadaan pula mengenai perubahan dirimu
dan diriku sekarang ini,sayang.
Mata ini tidak henti-hentinya menatap layar ponsel, berharap
kau seperti sedia kala dulu, saat semuanya baik-baik saja. Oke, aku sepertinya
sedang bermimpi. Cih, seperti dulu. Masa lalu. Masa dimana aku dan kamu masih
bersama, masih mengenggam erat, berpeluk erat berdua meredam amarah kita. Tapi mengapa,
saat ini kau tidak seperti itu lagi? Ada yang salah?
Harap dan doa. Setidaknya aku masih mempunyai tuhan yang maha
baiknya mempertemukan ku dengan kamu hingga detik ini. kamu yang tidak akan
terlupakan oleh hati maupun pikiran ku untuk sampai kapanpun. Setidaknya tuhan
masih mengizinkan aku dan memperbolehkan aku mendoakan dan berharap kepadamu.
Satu cerita,ketika aku sedang membutuhkan sebuah semangat, kau
datang, mengulurkan tanganmu untuk tidak bersedih kembali, menatapi dunia bahwa
sebenarnya alam semesta tidak semengerikan seperti yang aku duga. Satu kelemahanku,
aku lupa mendengar peringatanmu soal semesta. Saat itu aku jatuh, dan lebih
parahnya lagi saat aku terjatuh kau ingin menolong ku tapi kau ikut terjatuh dengan
luka yang lebih perih dariku. Aku menyesal, aku membuat sakit orang yang
membuatku tersenyum. Membuat dia kapok, untuk menghabiskan waktunya bersamaku
(lagi). Aku ingin minta maaf, tapi aku takut kau tidak menerimanya. Tunggu, kau
akan menerima maaf ku, tapi tidak untuk sakit yang aku berikan padamu
dulu.....ah aku sunggu sangat menyesal. Aku ingin menolong, menyembuhkan
lukamu, tapi lihat.....yang aku lakukan malah membuat luka itu semakin perih,
tidak sembuh sama sekali. Malahan, kau menyuruhku untuk tidak usah
mengkhawatirkanmu. Mana aku bisa?
Tidak tahu diri dengan menyesal mungkin jaraknya hanya
sejengkal, setidaknya ini menurutku sampai sekarang. Sungguh, aku mungkin orang
yang sangat tidak tahu diri yang pernah kamu kenal.... selalu mengabaikan apa
yang adanya kamu,....aku sadar, kamu ada disana tapi entah kenapa....aku bisa
seperti orang buta.....hingga sampai aku tersadar, orang yang selama ini ada
didepanku ini pergi. Pergi dari pandanganku. Tidak ada senyuman hangat yang
biasa aku dapatkan. Hanya aku yang merasakan atau semua orang juga seperti itu.....baru
tersadar dan menyesal saat semuanya telah pergi dari hadapannya? Apa harus
pergi dahulu baru bisa menyesal.....ah terkutuklah orang-orang sepertiku.
Hujan dan kau. Melankolis sekali aku, selalu mengingatmu saat
hujan turun. Ah, ternyata aku juga punya memori tentang hujan mengenai dirimu. Indah....tapi
menyakitkan kalau aku ingat...sakit....karena itu lalu, bukan saat ini. aku tidak
dapat berbohong dengan hati, tidak dapat ‘kongkalikong’ untuk bersikap tidak
apa-apa saat kamu jauh....pergi. tolong kembalilah....aku ingin memperbaiki
semuanya, sebelum semua terlambat. Aku mohon maaf untuk semua perbuatan ku...mohon
maaf untuk semua tindakan ku yang membuatmu jengkel,kesal, marah,
benci....semua semata-mata aku hanya ingin mencuri perhatianmu...dengan caraku,
untuk jadi sebaik-baiknya aku yang pernah kamu punya. Maaf aku selalu diam
disaat kau butuh suaraku, maaf aku selalu berceloteh disaat kau butuh diamku.
Aku bercerita terlalu panjang lebar ya....apakah kau menikmati
dan menyimak ceritaku? Sulit sekali buatku untuk mengutarakan apa yang hati ini
ingin katakan padamu. Mungkin dengam cerita payahku ini kamu tau apa yang ingin
aku katakan padamu.
Cerita ini,aku persembahkan untuk kamu. Yang setelah membaca
ini,bisakah untuk tersenyum kepadaku.benar-benar untuk aku, walaupun aku tidak
melihatmu,aku ingat cara senyum mu itu. Manis, tapi tidak berlebihan. Aku suka
cara tersenyum mu J ti amo
Tue, 18-03-15. -ZK-
Nb: aku masih ingat,tepat 3hari yang lalu, tgl 15, 10bulan
yang lalu,awal kita berkenalan J
Komentar
Posting Komentar