Langsung ke konten utama

untuk yang terhebat

Aku sedang sangat buntu dengan semua, izinkan aku untuk bercinta malam ini. bercerita mengenai dia yang terhebat, dia yang sedang aku sesali kepergiannya. Tidak, dia pergi bukan kemauannya. Mungkin dia pergi akibat salah diri ini. tapi, dia berkata, tidak ada yang salah disini. Dia bilang,memang keadaan dan waktu yang memaksannya untuk seperti ini. bukan kah, selalu soal waktu dan keadaan penyebab semua dapat berubah? Kupikir, ini masalah diri kita masing-masing. Jangan salahkan waktu dan keadaan, salahkan mengapa kita seperti ini sekarang. Jangan salahkan waktu dan keadaan pula mengenai perubahan dirimu dan diriku sekarang ini,sayang.

Mata ini tidak henti-hentinya menatap layar ponsel, berharap kau seperti sedia kala dulu, saat semuanya baik-baik saja. Oke, aku sepertinya sedang bermimpi. Cih, seperti dulu. Masa lalu. Masa dimana aku dan kamu masih bersama, masih mengenggam erat, berpeluk erat berdua meredam amarah kita. Tapi mengapa, saat ini kau tidak seperti itu lagi? Ada yang salah?

Harap dan doa. Setidaknya aku masih mempunyai tuhan yang maha baiknya mempertemukan ku dengan kamu hingga detik ini. kamu yang tidak akan terlupakan oleh hati maupun pikiran ku untuk sampai kapanpun. Setidaknya tuhan masih mengizinkan aku dan memperbolehkan aku mendoakan dan berharap kepadamu.

Satu cerita,ketika aku sedang membutuhkan sebuah semangat, kau datang, mengulurkan tanganmu untuk tidak bersedih kembali, menatapi dunia bahwa sebenarnya alam semesta tidak semengerikan seperti yang aku duga. Satu kelemahanku, aku lupa mendengar peringatanmu soal semesta. Saat itu aku jatuh, dan lebih parahnya lagi saat aku terjatuh kau ingin menolong ku tapi kau ikut terjatuh dengan luka yang lebih perih dariku. Aku menyesal, aku membuat sakit orang yang membuatku tersenyum. Membuat dia kapok, untuk menghabiskan waktunya bersamaku (lagi). Aku ingin minta maaf, tapi aku takut kau tidak menerimanya. Tunggu, kau akan menerima maaf ku, tapi tidak untuk sakit yang aku berikan padamu dulu.....ah aku sunggu sangat menyesal. Aku ingin menolong, menyembuhkan lukamu, tapi lihat.....yang aku lakukan malah membuat luka itu semakin perih, tidak sembuh sama sekali. Malahan, kau menyuruhku untuk tidak usah mengkhawatirkanmu. Mana aku bisa?

Tidak tahu diri dengan menyesal mungkin jaraknya hanya sejengkal, setidaknya ini menurutku sampai sekarang. Sungguh, aku mungkin orang yang sangat tidak tahu diri yang pernah kamu kenal.... selalu mengabaikan apa yang adanya kamu,....aku sadar, kamu ada disana tapi entah kenapa....aku bisa seperti orang buta.....hingga sampai aku tersadar, orang yang selama ini ada didepanku ini pergi. Pergi dari pandanganku. Tidak ada senyuman hangat yang biasa aku dapatkan. Hanya aku yang merasakan atau semua orang juga seperti itu.....baru tersadar dan menyesal saat semuanya telah pergi dari hadapannya? Apa harus pergi dahulu baru bisa menyesal.....ah terkutuklah orang-orang sepertiku.

Hujan dan kau. Melankolis sekali aku, selalu mengingatmu saat hujan turun. Ah, ternyata aku juga punya memori tentang hujan mengenai dirimu. Indah....tapi menyakitkan kalau aku ingat...sakit....karena itu lalu, bukan saat ini. aku tidak dapat berbohong dengan hati, tidak dapat ‘kongkalikong’ untuk bersikap tidak apa-apa saat kamu jauh....pergi. tolong kembalilah....aku ingin memperbaiki semuanya, sebelum semua terlambat. Aku mohon maaf untuk semua perbuatan ku...mohon maaf untuk semua tindakan ku yang membuatmu jengkel,kesal, marah, benci....semua semata-mata aku hanya ingin mencuri perhatianmu...dengan caraku, untuk jadi sebaik-baiknya aku yang pernah kamu punya. Maaf aku selalu diam disaat kau butuh suaraku, maaf aku selalu berceloteh disaat kau butuh diamku.

Aku bercerita terlalu panjang lebar ya....apakah kau menikmati dan menyimak ceritaku? Sulit sekali buatku untuk mengutarakan apa yang hati ini ingin katakan padamu. Mungkin dengam cerita payahku ini kamu tau apa yang ingin aku katakan padamu.

Cerita ini,aku persembahkan untuk kamu. Yang setelah membaca ini,bisakah untuk tersenyum kepadaku.benar-benar untuk aku, walaupun aku tidak melihatmu,aku ingat cara senyum mu itu. Manis, tapi tidak berlebihan. Aku suka cara tersenyum mu J ti amo

Tue, 18-03-15. -ZK-


Nb: aku masih ingat,tepat 3hari yang lalu, tgl 15, 10bulan yang lalu,awal kita berkenalan J

Komentar