Teruntuk tuan....
Hei tuan, bagaimana harimu?
Ku doakan sehat dan hati yang selalu damai untuk mu. Semoga
Tuhan mengaminkannya.
Tuan, tau kah kau? Hadirmu memberi kelegaan dihidupku.
Tidak, aku sedang tidak menggoda mu. Aku ingin jujur. Melalui
tulisan ini. tiap kata.tiap baris.tiap kalimat.hingga menjadi suatu kalimat
yang bermuara menjadi cerita mengenai dirimu.lagi-lagi mengenai tuan.
Seluruh semesta ku kini ada pada mu. Kau galaksi ku. Pusat
perederan dari tata surya ku.
Tuan, saat dihadapanmu, aku seperti terkena kutukan. Kutukan
layaknya malin kundang, menjadi batu. Diam. Dihadapamu. Diam ku mengartikan
decak kagum padamu.
Kunikmati tiap detik kebersamaan kita. Walaupun hanya
sebatas diam. Dalam heningpun, saat bersama tuan adalah bagian dari detik
terbaik yang kupunya. Terdengar berlebihan, tetapi begitu nyatanya.
Aku ingat waktu itu kau bercerita,panjang lebar, kau sangat
bawel. Tapi kunikmati itu. Sebenarnya, aku tidak terlalu menangkap apa yang kau
bicarakan, yang aku tangkap adalah sinar matamu. Ya, aku sedang menikmati itu.
Dihadapan mu, aku tersihir.
By:ZK.
Terkadang hati ingin berbicara banyak, tapi apa daya kalo alam semesta mengunci kehidupan mu dengan dirinya, sejauh mana pun berlari suatu konspirasi pasti akan menemukan dua insan kembali, makasih buat pencerahannya, kadang tulisan emang suka menjadi unek2 yang dikeluarkan ����
BalasHapushai kamu! sebelumnya, terima kasih untuk responnya terhadap tulisanku ini ya! hehe mohon maaf telat merespon karena sudah tidak terlalu aktif menulis.
Hapusterima kasih kembali yaa, hatiku hangat setelah membaca komentar mu ini:)