Langsung ke konten utama

teruntuk tuan yang disana

Teruntuk tuan....
Hei tuan, bagaimana harimu?
Ku doakan sehat dan hati yang selalu damai untuk mu. Semoga Tuhan mengaminkannya.

Tuan, tau kah kau? Hadirmu memberi kelegaan dihidupku.
Tidak, aku sedang tidak menggoda mu. Aku ingin jujur. Melalui tulisan ini. tiap kata.tiap baris.tiap kalimat.hingga menjadi suatu kalimat yang bermuara menjadi cerita mengenai dirimu.lagi-lagi mengenai tuan.

Seluruh semesta ku kini ada pada mu. Kau galaksi ku. Pusat perederan dari tata surya ku.
Tuan, saat dihadapanmu, aku seperti terkena kutukan. Kutukan layaknya malin kundang, menjadi batu. Diam. Dihadapamu. Diam ku mengartikan decak kagum padamu.

Kunikmati tiap detik kebersamaan kita. Walaupun hanya sebatas diam. Dalam heningpun, saat bersama tuan adalah bagian dari detik terbaik yang kupunya. Terdengar berlebihan, tetapi begitu nyatanya.

Aku ingat waktu itu kau bercerita,panjang lebar, kau sangat bawel. Tapi kunikmati itu. Sebenarnya, aku tidak terlalu menangkap apa yang kau bicarakan, yang aku tangkap adalah sinar matamu. Ya, aku sedang menikmati itu. Dihadapan mu, aku tersihir.




By:ZK.  

Komentar

  1. Terkadang hati ingin berbicara banyak, tapi apa daya kalo alam semesta mengunci kehidupan mu dengan dirinya, sejauh mana pun berlari suatu konspirasi pasti akan menemukan dua insan kembali, makasih buat pencerahannya, kadang tulisan emang suka menjadi unek2 yang dikeluarkan ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai kamu! sebelumnya, terima kasih untuk responnya terhadap tulisanku ini ya! hehe mohon maaf telat merespon karena sudah tidak terlalu aktif menulis.
      terima kasih kembali yaa, hatiku hangat setelah membaca komentar mu ini:)

      Hapus

Posting Komentar