Langsung ke konten utama

April, 2019

Ini bakalan jadi catatan saya untuk masa depan, kalau saya pernah berada diposisi yang seperrti ini.

Entahlah, tapi orang-orang bilang ini selalu terjadi untuk orang-orang yang masuk usia 20an. sebenernya gamau percaya, tp lama-kelamaan memang ada juga masalahnya. katanya sih, middle life crisis. dan itu lumrah terjadi...tapi...karena masalah itu, ga sedikit yang ternyata jadi stress bahkan bisa sampai depresi. iya, depresi, sampai segitunya. ada yang karena masalah pekerjaan, masalah percintaan, masalah keluarga, masalah keuangan, bahkan sampe ada yang komplikasi semua masalah yang saya sebutkan tadi.

Termasuk saya, masuk usia 20an dapat masalah komplikasi ini, awalnya kecil, didiamkan saja, tidak lari, tapi tidak diselesaikan, dipendam terus. dan lama kelamaan masalahnya menumpuk dan jadilah seperti bom waktu. ada satu masa, hidup saya terasa banyak masalah karena urusan yang belum diselesaikan bertumpuk-tumpuk dan sekarang bingung ingin menyelasaikan yang mana dulu dan mulai dari mana dulu.

Mungkin sekarang permasalahan pertama saya: terlalu membandingkan (kekurangan) diri saya dengan kelebihan orang lain saat ini. yaps, saya senang sekali membandingkan KEKURANGAN SAYA dengan KELEBIHAN ORANG LAIN. ini salah banget, salah besar. karena ini, saya menjadi manusia yang lemah, lemah dalam artian tidak kuat menjalani hidup karena merasa payah, merasa hidup saya ga ada apa-apanya dibanding orang lain. disaat orang lain sudah punya pekerjaan, saya masih mahasiswa. disaat yang lain sudah pernah merasakan pekerjaan, saya belum. disaat yang lain sudah punya penghasilan sendiri, saya masih meminta uang jajan pada orang tua. cupu, pikir saya. cupu banget. ingin melakukan sesuatu, rasanya takut. iyaps

Permasalahan kedua saya: TAKUT. ini buruk banget hahah. saya orang yang sangat amat takut akan sesuatu. entah itu melakukan, memulai, berbicara, pokoknya apapun yang ingin saya kerjakan selalu takut dan merasa cemas. apakah perbuatan saya akan melukai orang lain? apakah perbuatan saya akan diterima orang lain? pikiran-pikiran ini lah yang membuat saya enggan melakukannya terebih dahulu. takut akan apa yang akan terjadi berikutnya bila salah. sebenarnya apa yang ditakutkan itu lebih sering untuk tidak terjadi, kalaupun nanti nya apa yang ditakutkan terjadi, setidaknya sudah mencoba, dan memiliki sedikit keberanian.

permasalahan-permasalahan yang dulu sering sekali saya pikirkan "ah yang seperti ini tidak usah dipermasalahkan" tapi nyatanya memang bermasalah. jangan dianggap enteng, tapi tidak juga untuk dibesar-besarkan. hadapi, kuat, pasti bisa, seharusnya bisa. kadang ya tadi, ketakutan untuk melakukannya selalu terbayang di benak dan pikiran.

Benar kata orang-orang, akhirnya harus melakukan semuanya sendiri, jangan mengharapkan manusia lain membantu. tapi tidak salah pula meminta tolong, untuk ditemani. setidaknya tidak sendirian. bukan, bukan untuk melawan masalah saya ini bersama orang lain. temani saya, biar saya tau ada orang diluar sana yang menemani saya saat saya memiliki masalah tapi tetap ingin berada di sisi saya. beri saya kekuatan, seminimalnya saya melakukannya sendiri tetapi saya memiliki energi lebih untuk menghadapi masalah karena tau ada seseorang yang mau memberikan energinya agar saya kuat. seperti itu definisi menolong menurut saya. tidak perlu untuk ikut menghadapi masalah saya, temani saya, percayai saya bisa menghadapi masalah itu pula, dan saya akan melakukan seperti itu pula ke seseorang tersebut.

bisa, sebeneranya bisa kita semua menghadapi masalah kita masing-masing. kadang ada saja faktor tidak terduga yang mendukung atau mendorong kita untuk bisa menghadapi ataupun sebaliknya, mendukung atau mendorong masalah untuk lebih besar melawan diri kita ini. tapi namanya juga tidak terduga, kadang dapat motivasi kadangkala dapat cemoohan dan ketidakpercayaan. harusnya bisa membiarkan sesuatu yang negatif tetap berada diluar kita, jangan sampai masuk ke dalam diri. hal negatif ini jika masuk dalam diri terlalu banyak juga sangat membahayakan. seimbang saja antara positif dan negatifnya. terlalu negatif bisa jadi pesimis, terlalu positif bisa jadi terlalu berlebihan egoisnya.

sayapun belum bertemu dengan titik terang keluar dari masalah yang saya punya, saya hanya memiliki kekuatan yang masih tersisa kalau saya bisa menghadapi semuanya. dan bersyukurnya, saya memiliki orang-orang yang selalu menjadi tetap mendorong saya maju kedepan, menemani di sisi saya, tetap memeluk saya disaat saya kacau, dan percaya akan diri saya disaat saya tidak percaya dengan diri saya sendiri. teramat berharga dari apapun materi yang ada didunia.

jika saya, atau kamu membaca ini dan sengaja mengalami yang sama dengan saya, ingat saja kamu tidak sendirian. kita sama, kita mengalami hal yang membuat kita rendah, sakit, kecewa, marah, sedih, segala sesuatu yang membuat hidup tidak bergairah. ada hal-hal yang sebenarnya bisa kita ingat dan rasakan kalau kita hidup tidak semenyedihkan itu. lihat wajah-wajah mereka yang selalu menyapamu dengan senyum dan bahagia.

akhir dari tulisan ini, jangan menyangkal kalau kalian punya masalah. sesuatu yang normal kalau kalau punya masalah, bisa jadi dia yang membuat kamu tau caranya lebih sabar, tau caranya lebih kuat, tau caranya lebih dewasa untuk hidup sekarang ini. percaya bisa hadapi semua, ceritakanlah ke seseorang kepercayaan mu akan cerita hidupmu.  orang yang menyayangi akan tahu bagaimana memeluk dengan erat saat kamu sedang butuh-butuhnya hal yang menguatkan, bukannya mendiamkan apalagi meninggalkan.

Komentar