Mungkin tidaak semua orang, dan tidak kebanyakan orang sama kayak apa yang lagi aku rasain sekarang ini.
Ini curhatan yang penting tidak penting untuk diriku pribadi sih wkwk. Soalnya aku sudah tidak paham sama apa yang permasalahin yang sedang ku hadapi. Entah emang akunya sedang bersaing sama ego ku sendiri apa emang masanya aku harus lagi ditahap ini? i do not know yet...
Aku merasa diri ku aneh. Bukannya tidak kenal diri sendiri (sejauh yang kupikir gini sih)
tapi aku bingung sama diriku sendiri.
Sebenarnya aku menikmati hidup, sampai aku bingung entah kenapa aku harus punya sesuatu yang harus aku "passion"-kan di hidup ini.
Aku tidak suka apa-apa, Aku tidak suka apapun, ngerasa aku tidak punya hobby yang benar-benar menguntungkanku. Pastinya ada lah ya aktivitas-aktivitas yang kusuka lakukan. Tapi bukan berarti aktivitas itu harus menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. No, tujuanku melakukan itu bukan sepeti itu.
Aku melakukan hal-hal yang ku sukai ya karena aku senang melakukannya, aku menjadi aku saat seperti itu. Aku merasa benci diri sendiri, di saat umur segini, orang-orang generasi ku pun selalu meneriaki "jadikan hobi lu menghasilkan sesuatu"
Terus, kalau hobi ku ini tidak menjadikan sesuatu, apakah menjadi sesuatu yang buruk? engga kan? bukan berarti aku menentang hobi menghasilkan duit, bagus malah kalau hobi bisa menjadi sumber penghasilan. Bagus banget malah. Tapi aku merasa hobi yang dijadikan uang malah susah untuk dijadikan hobi yang "fun".
Jadi dewasa itu hal yang aku takutkan, setelah takut akan ujian-ujian kenaikan kelas dan kelulusan waktu sekolah. Saat dulu waktu sekolah sepertinya aku sudah memprediksikan hal ini. Aku tidak mau cepat-cepat lulus sekolah. Aku masih mau ribet, pusing, dan dongkol sama pekerjaan-pekerjaan rumah (alias PR) atau sekolah atau kuliah yang ribet dan jelimet itu. setidaknya aku tidak harus memikirkan masa depanku terlebih dahulu, Memikirkan apa yang harus dipikirkan seperti orang-orang dewasa, karena aku masih sekolah.
tapi lambat laun, aku harus menghadapinya. jadi lah sekarang Aku bingung sama masa depan. Mungkin salahku juga tidak mempersiapkan sedemikian rupa apa yang harus kulakukan di masa depan (masa ini maksudnya). Aku cuman mau menikmati hari ini, tapi pasti ada saja omongan-omongan manusia soal ini itu blablabla nya. ataupun sekarang pikiranku yang harus sesegera bisa menjadi seorang manusia "dewasa" yang ideal.
Yang benar-benar jadi concern ku di hidup saat ini adalah: "karir".
Aku benar-benar amat buta dengan karir ku ke depannya. Aku merasa karirku ini tidak ada. Tidak ada harapan ke depannya.
Di negara yang apa-apa harus berjibaku mencari kerja dengan adanya limit umur, Aku takut. di umurku yang makin semakin tua, karirku mandek. Tidak ada kenaikan apapun, dan aku bingung harus memulai seperti apa dan bagaimana untuk meningkatkan karir ini. sebagai lulusan dengan lapangan pekerjaan yang sebenarnya besar tapi dengan penghasilan yang sangat amat minim, jujur ini bikin diriku dilema banget.
karirku tidak seperti teman-teman ku yang lainnya. Sudah jadi dokter, jadi pengacara, pekerja kantoran dengan gaji diatas umr jakarta, pekerjaan dengan gaji 2 digit, pekerjaan yang sangat amat menjanjikan kedepannya, pekerjaan yang tidak perlu pusing akan di-phk kedepannya. tentu aku sangat amat iri dengki dengan mereka. tapi ya aku bisa apa. mungkin itu rejeki mereka.
tidak ada yang salah, aku juga tidak mempermasalahkan itu.
Aku secara sadar betul, bukan orang yang palingpaling banget menderita, tapi rasanya berada di posisi aku sekarang ini, rasanya berat. bingung mendeskripsikannya. dibilang susah, ada yang paling susah, tapi kalo dibilang baik, ada yang lebih baik. dibilang lagi miskin, ada yang lebih miskin, dibilang punya uang, buat menuhin sehari-hari aja kadang harus muter otaknya beribu-ribu kali mau beli apa yang penting untuk bulan ini.
yang dikhawatirkan diriku sendiri, karir gelap, hidup tidak jelas arahnya kemana, entah aku sukanya apa, passionnya apa, tidak ada dan tidak punya. Ditanya apa yang paling kusuka dan mau lakukan. Aku akan bingung jawabnya. Karena ya aku suka melakukan semua apapun yang kusuka. tapi aku tidak pernah terbesit ataupun kepikiran sedikitpun untuk menjadi apa yang kusuka lakukan jadi ladangku mencari duit. Aku....tidak tahu.
Dan aku sudah melakukan semua apa yang orang bijak, motivator, influencer influencer karir cemerlang katakan untuk melakukan ini itu blablablanya, rasanya omong kosong banget. Aku masih seperti gini gini aja. Tidak ada peningkatan. Aku kursus bahasa asing, melakukan hobi baru ini itu, coba cari aktivitas baru menyenangkan yang kusuka, tetap tidak bisa menaikan value pekerja diriku ini.
apa yang salah ya....
rasanya kayak tidak diijinkan punya karir bagus lewat jalur berusaha keras meningkatkan kualitas diri.
Jadilah aku merasa Tuhan tidak adil denganku. Setidaknya kalau aku jelek, aku punya karir bagus deh biar tidak menyusahkan orang sekitar. Ini masih suka merepotkan orang lain, tidak bisa bantu orang sekitar, rasanya pengen sekali mengubur diri sendiri di tanah dan menghilang. Orangpun juga tidak akan peduli dan tidak mau tau sama apa yang terjadi dengan orang lain.
Aku bingung, "orang kok bisa punya karir bagus di umur yang sama, kenapa aku engga ya? mereka umurnya jauh di bawah tapi karirnya bisa lebih cepat daripada aku? kenapa orang-orang bisa kerja kantoran sedangkan aku mencari pekerjaan kantoran satupun tidak ada yang masuk. Boro-boro lolos, dipanggil interview pun aku masih bisa hitung jari dengan loker beratus-ratus perusahaan yang aku coba lamar. Entah salah di mana. CV pun juga sudah direview, minta saran CV, masih gatau di mana letak salahnya...
Rasanya Tuhan tidak adil banget sama diriku, karir benar-benar tidak ada harapan sama sekali. Aku tidak tahu apa yang Tuhan mau dengan diriku yang masih dikeadaan karir yang tidak tahu jadi apa kedepannya.
Karena ini, aku merasa jadi manusia gagal. Bahkan merasa aku ini tidak bisa jadi manusia karena kegagalan di karir. Rasanya cuman jadi manusia yang menyusahkan orang-orang sekitarku saja. Aku malu menjadi kakak perempuan yang tidak bisa dijadikan contoh adik-adikku untuk jadi manusia yang mandiri di masa depannya mereka. Aku malu dengan orang tua yang sudah bantu segalanya biar aku maju ke depannya, tapi kenyataannya ya aku begini-begini aja.
Ada yang bilang "kalau tidak bisa jadi manusia yang sukses, setidaknya jadi lah manusia yang berguna" Nah, masalahnya aku merasa hidup ku juga tidak berguna untuk siapa-siapa, termasuk ke diri sendiri. Apakah aku sudah benar-benar totally failed menjadi seorang manusia? kalau minimal menjadi orang yang berarti, aku yang hidupnya kadang nyusahin orang gini apa masih pantes disebut manusia? pengen sedih tapi rasa benci ke diri sendiri lebih besar. ini kalau bisa membelah diri, badan asli diri ini mau ku tusuk-tusuk sampe tidak sadar diri deh, huft.
Jadilah aku benci sekali diri sendiri. Entah apa yang aku lakukan sekarang-sekarang ini isinya kegagalan aja, even itu melakukan hal yang sepele. Aku benci diri sendiri yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk aku bisa survive ngejalanin hidup. Sekarang setiap bangun tidur sudah susah sekali merasakana untuk bisa semangat menjalani hidup. Hidup hanya sekadar menghabiskan hari saja. meaningless. tidak ada arti, tiada ada gunanya hidup. Tapi untuk matipun rasanya ya yasudah. Sudah mati rasa untuk bisa hidup.
I need something in my life, but i do not know what is that, what should i do, how can i do to make something in my life. Aku ingin ada rasanya manis, asin tidak apa-apa, meraskaan asam hidup juga tidak apa-apa. Sudah mpet banget sama rasa pahit.
Benci diriku ini sudah melebihi aku benci ke orang lain. Keseringan benci ke orang lain itu, kalau tidak berlebihan dia yang tidak kita punya atau orang itu punya sifat atau karakter yang bikin kita males banget. Tapi kalau udah benci diri sendiri tuh, bencinya kenapa jadi orang begini banget? kenapa suka iri ke orang lain yang sebenernya untuk apa juga iri? kenapa ga bisa kayak orang-orang bisa ngelakuin ini itu? dan yang pasti, kenapa aku dilahirin jelek? SETIDAKNYA KALAU CANTIK SETENGAH PERMASALAHAN HIDUP DI DUNIA INI BISA TERSELESAIKAN DENGAN MUDAHNYA
Aku sebel banget, selalu aja ada pikiran mau operasi plastik terus jadi cakep, kalau tidak bisa....ya gimana caranya mati muda tanpa harus bunuh diri?
kedengerannya depresif banget, tapi aku mulai kebiasaan dengan pikiran yang kayak gini. HHHHH sudah wajah buruk rupa, kelakuan jelek, pikiran jelek juga pula.
Kapan ya semua ini ada hasil baiknya? Aku merasa capek berharap. Padahal berharap ke Tuhan, tapi kok masih kecewa ya....Aku jarangg banget ekspektasi ke manusia, dan tidak pernah sampe se-mati-rasa ini sama hidup karena tidak punya ekspektasi apapun sama siapapun, kecuali ke yang diatas. Tetap saja rasanya kok apa yang kuinginkan dengan usaha keras tetep belum ke wujud.
Apa ada yang salah dengan aku?
Apa mindset ku jelek banget? kayaknya iyasih, tapi aku tidak tahu harus mengubah dari mana ini mindset iniðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Cukup deh ini curhatan paling tidak jelas, karena emang rasanya hidup ini lagi dibawah-bawahnya banget karena tidak bisa apa-apa di hidup yang sudah tidak tau kayak apa ini ke depannya, tidak tahu akan bakalan jadi apa di depan, mau mengintip masa depan jadinya. Kalau dengan mengintip aku tahu akan menjadi yang di bawah, aku siap-siap untuk tidak terus berharap dan berusaha yang berujung jadi kesia-siaan aja usaha yang sudah kulakukan ini.
Bingungg
Komentar
Posting Komentar